Riau

Riau Dukung PSEL, 5 Daerah Disiapkan Olah Sampah Jadi Energi Listrik

Redaksi Redaksi
Riau Dukung PSEL, 5 Daerah Disiapkan Olah Sampah Jadi Energi Listrik

RIAUPEMBARUAN.COM -Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menegaskan komitmennya dalam mendukung program nasional pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi pengelolaan sampah berkelanjutan.

Langkah ini diperkuat melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Lingkungan Hidup (LH) guna mempercepat realisasi proyek strategis tersebut di sejumlah daerah di Riau.

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan pihaknya telah melakukan pertemuan langsung dengan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, di Jakarta pada Kamis (2/4/2026).

“Iya, kita sudah berkoordinasi dengan Menteri Lingkungan Hidup terkait PSEL. Pemprov Riau siap mendukung penuh program pemerintah pusat ini,” ujar SF Hariyanto, Senin (6/4/2026).

5 Daerah di Riau Disiapkan untuk Proyek PSEL, Pemprov Riau telah menyiapkan lima daerah sebagai lokasi pengembangan PSEL, yakni: Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak, Kabupaten Kampar, Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Bengkalis.

Selain itu, pemerintah provinsi juga menyiapkan lahan hibah seluas 10 hektare yang akan digunakan untuk pembangunan fasilitas tersebut.

“Pemprov hanya menyiapkan lahan. Untuk pembangunan dan pengelolaan menjadi tanggung jawab Kementerian Lingkungan Hidup bersama pemerintah daerah,” jelasnya.

Pembangunan PSEL ini bertujuan untuk mengakhiri praktik open dumping dalam pengelolaan sampah di Riau, sekaligus mendorong sistem pengolahan yang lebih modern dan ramah lingkungan.

SF Hariyanto menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, terutama dalam menjamin pasokan sampah sebagai bahan baku utama PSEL.

“Minimal harus tersedia 1.000 ton sampah per hari. Pekanbaru saja sudah 1.011 ton per hari, Siak 192 ton, dan Kampar 350 ton. Dengan kolaborasi, kebutuhan itu bisa terpenuhi,” ungkapnya.

Menurutnya, penggabungan potensi sampah dari berbagai daerah akan menjadikan PSEL sebagai solusi regional yang tidak hanya mengatasi persoalan sampah, tetapi juga menghasilkan energi listrik.

“Potensi energi dari sampah sangat besar dan bisa menjadi solusi berkelanjutan bagi lingkungan sekaligus mendukung ketahanan energi,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa teknologi berbasis energi merupakan solusi efektif untuk pengelolaan sampah dalam skala besar.

Namun demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan PSEL sangat bergantung pada pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

“Apapun teknologinya, fondasi utama adalah sampah harus terpilah. Tanpa itu, biaya pengelolaan akan tinggi dan bisa membebani masyarakat,” tegas Hanif.*