Politik

Kericuhan Pecah, Musda Golkar Inhu Dihentikan

Redaksi Redaksi
Kericuhan Pecah, Musda Golkar Inhu Dihentikan

RIAUPEMBARUAN.COM -Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) diwarnai kericuhan, para peserta yang sebelumnya sempat bersitegang dalam adu argumen akhirnya memuncak menjadi saling lempar. Akibat kericuhan Musda X Partai Golkar Inhu yang diagendakan untuk memilih nahkoda baru, akhirnya diskors tanpa batas waktu yang ditentukan.

Diskors nya Musda X Partai Golkar Inhu tanpa batas waktu yang ditentukan, akibat adanya kericuhan disampaikan Muhammad Yasmin Wakil Sekretaris Bidang Pemuda yang juga Sekretaris AMPG DPD I Partai Golkar Riau, dengan didampingi Ketua DPD II Partai Golkar Inhu Yopi Arianto, dalam konfrensi pers yang digelar seusai kericuhan di Gedung Dang Purnama Rengat tempat digelarnya Musda X Partai Golkar Inhu. Rabu (26/8/20).

"Musda X Partai Golkar Inhu ini bukan deadlock namun di skors tanpa batas waktu yang ditentukan, karena pelaksanaanya dua hari dari 26 Agustus 2020 hingga 27 Agustus 2020 Musda ini bisa saja dilanjutkan. Namun sebelumnya kami akan meminta petunjuk kepada ketua DPD I Partai Golkar Riau," tegas Muhammad Yasmin.

Diungkapkan Muhammad Yasmin, kedatangan dirinya dalam Musda X Partai Golkar Inhu untuk mengjadiri Musda dalam rangka ikut mengamankan suksesnya Musda, namun ditengah jalan dengan adanya perbedaan pendapat dan perbedaan dukungan, akhirnya berujung pada kericuhan tanpa diketahui siapa yang memulai.

"Dinamika-dinamika dalam Musda itu adalah hal biasa, ada perbedaan pendapat, ada perbedaan dukungan itu hal yang wajar. Setelah kita lihat beberapa kali interupsi yang tentunya sudah bisa diselesaikan dengan baik oleh pimpinan sidang, sudah diakomodir ternyata juga terjadi perdebatan yang berujung kericuhan. Kericuhan ini tadi dimulai oleh beberapa kelompok tertentu, kita gak tau siapa yang mulai yang disebabkan beberapa oknum peserta sidang. Dengan kondisi sidang tanpa pimpinan, akhirnya sidang ini diskors tanpa batas waktu yang ditentukan," ungkapnya.

Sementara itu Yopi Arianto Ketua DPD II Partai Golkar Inhu, menyesalkan wakil ketua yang mewakili ketua DPD I Partai Golkar Riau yang juga menjadi kandidat ketua DPD II Partai Golkar Inhu dalam Musda X Partai Golkar Inhu, justru meninggalkan sidang yang tengah berlangsung.

"Sangat disayangkan, wakil ketua yang mewakili ketua DPD I yang juga kandidat justru meninggalkan ruang sidang yang tengah berlangsung, ini juga posisi yang belum pernah terjadi sebenarnya. Begitu juga terhadap pimpinan sidang seharusnya tetap bertahan, apapun kondisi yang terjadi di lokasi," ucap Yopi Arianto.

Ditambahkan Yopi Arianto, dirinya akan tetap melaksanakan Musda sesuai jadwal, besok seluruh peserta sidang dari Partai Golkar Inhu akan tetap hadir sesuai jadwal dan mengikuti apa perkembangan terakhir besok.

"Harapan kita sebagai tuan rumah, sebagai pelaksana kegiatan ini tentunya akan melaksanakan kegiatan ini dengan baik sesuai dengan jadwal, sebagaimana arahan ketua DPD I Partai Golkar Riau yang disampaikan Pak Yulisman dalam sambutanya tadi," jelasnya.*