RIAUPEMBARUAN.COM -Meski dengan keterbatasan jumlah personel, Pos TNI Angkatan Laut (Posal) Bengkalis tetap menunjukkan komitmen kuat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Pulau Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.
Karhutla dilaporkan telah berlangsung sejak beberapa hari terakhir. Titik api terpantau di Jalan H. Ilyas, Desa Air Putih, serta di Desa Kelebuk, Kecamatan Bengkalis. Kebakaran terjadi di lahan gambut yang didominasi semak belukar dan tanaman akasia dengan kondisi sangat kering.
Dalam upaya pemadaman, Posal Bengkalis mengerahkan tiga personel TNI AL yang tergabung dalam tim gabungan bersama unsur Polri satu personel, Dinas Pemadam Kebakaran Bengkalis 20 personel, Masyarakat Peduli Api (MPA) 15 orang, serta sekitar 10 warga Desa Kelebuk.
“Alhamdulillah, Bintara Potensi Maritim (Babinpotmar) Posal Bengkalis turut membantu sekaligus memonitor pemadaman kebakaran lahan perkebunan milik masyarakat di Desa Kelebuk yang terjadi sore tadi,” ujar Danposal Bengkalis, Lettu Laut (PM) Nirwan Hastya, Jumat (6/2/2026).
Nirwan menjelaskan, kebakaran lahan diketahui terjadi pada Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Tim gabungan langsung bergerak melakukan pemadaman, namun dihadapkan pada sejumlah kendala di lapangan.
“Perkiraan luas lahan yang terbakar mencapai ±5 hektare. Hingga hari ini, area yang berhasil dipadamkan baru sekitar ±0,5 hektare dan kondisi api masih hidup,” jelasnya.
Kendala utama dalam proses pemadaman adalah minimnya sumber air, cuaca ekstrem, serta angin kencang yang menyebabkan api mudah menyebar. Di sekitar lokasi kebakaran tidak terdapat sumber air, sementara parit-parit yang ada juga telah mengering.
Untuk memadamkan api, tim gabungan menggunakan satu unit mesin mini streker milik BPBD Bengkalis, satu unit mesin mini streker milik Damkar Bengkalis, mesin robin milik masyarakat, serta mesin mini streker milik Polsek Bengkalis. Pemadaman juga dibantu dengan lima roll selang berukuran 1,5 inci dan dua unit nozzle.
“Personel Posal Bengkalis hingga malam hari masih berada di lokasi bersama tim gabungan. Cuaca panas disertai angin kencang membuat asap masih mengepul. Hingga pukul 21.00 WIB, satgas pemadam kebakaran tetap siaga sambil menunggu kedatangan alat berat (beko) untuk pembuatan sumber air atau embung,” tambah Nirwan.
Sementara itu, petugas Dinas Pemadam Kebakaran Bengkalis, Syahrizam, mengungkapkan bahwa keterbatasan sumber air menjadi hambatan terbesar dalam penanganan karhutla tersebut.
“Dalam kondisi cuaca panas dan kering yang disertai angin kencang seperti sekarang, sangat menyulitkan tim gabungan untuk melakukan pemadaman secara maksimal,” ujarnya.
Hingga saat ini, penyebab terjadinya kebakaran lahan masih belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.*