• Home
  • Riau
  • Polda Riau Periksa Wakil Bupati Bengkalis

Polda Riau Periksa Wakil Bupati Bengkalis

Sabtu, 03 Agustus 2019 09:58:00
BAGIKAN:
Net/Ilustrasi
Wakil Bupati Bengkalis, Muhammad.

RIAUPEMBARUAN.COM - Saksi-saksi terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan pipa transmisi PDAM di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), dimintai keterangannya, oleh penyidik Direktorat Reserse Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau.

Salah satu saksi itu, merupakan wakil Bupati Bengkalis Muhammad. Keterkaitannya, yang bersangkutan sebagai Kepala Dinas PUPR saat kontrak itu berlangsung.

Keterlibatan Muhammad diketahui dari tiga tersangka pada persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, beberapa waktu lalu.

Atas keterangan saksi itu, penyidik masih mencari fakta-fakta keterlibatan Muhammad ketika menjabat Kabid Cipta Karya Dinas PU Riau tahun 2013.

“Tiga yang tersangka yang sudah di vonis, perlu dicari faktanya atas keterangannya. Menyeselaraskan keterangan saksi-saksi sesuai persepsi hakim,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Riau, Kombes Pol Gidion Arif Setiawan, Jum'at (2/8/19).

Pemeriksaan itu dilakukan, untuk mendalami keterangan saksi-saksi. Terkait keterkaitan semua pihak yang terlibat dalam proyek pengadaan pipa transmisi tersebut. Wakil Bupati Bengkalis, merupakan salah satunya.

“Yang kita periksa masih sama dengan saksi sebelumnya, hanya mendalami keterkaitan satu per satu,” kata Gidion.

Nama Harris Anggara alias Liong Tjai, juga akan dimintai keterangannya. Statusnya merupakan Direktur Utama PT Cipta Karya Bangun Nusa (CKBN), supplier pipa dari Medan.

Diketahui, saat mengikuti lelang, Anggara alias Liong Thai menggunakan tiga perusahaan masing-masing PT Andry Karya Cipta, PT Harry Graha Karya dan PT Panotari Raja.

Sementara itu, Sabar Stevanus P Simalongo merupakan Direktur PT Panotari Raja yang salah satu tersangka dalam perkara korupsi pipa transmisi ini. Hasil proses persidangan Pengadilan Negeri Pekanbaru, ia dinyatakan bersalah oleh hakim.

Diketahui, pelaksanaan proyek pipa transmisi ini terdapat penyimpangan dalam proses pelelangan serta diduga ada rekayasa oleh Dinas PU Riau. Sehingga negara dirugikan Rp2.639.090.623 miliar, di mana sebesar Rp2.604.090.623 dinikmati oleh Harris Anggara.

Perkembangan kasusnya, Harris mengajukan praprid atas penetapan tersangka dan dikabulkan beberapa waktu lalu.

“Memang Harris menang Praprid, tapi itu tidak menghentikan penyelidikan. Kami akan lakukan penyelidikan lagi,” kata Gidion.* 

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • KPK Bawa Dua Koper Keluar Kantor DPMPTSP Dumai

    RIAUPEMBARUAN.COM - Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masuk ke kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu

  • Dua Tersangka Korupsi Kredit Fiktif BRK Pelalawan Dilimpahkan ke Jaksa

    RIAUPEMBARUAN.COM - Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau limpahkan berkas dan dua tersangka korup

  • Melengkapi Berkas Korupsi di Bengkalis, KPK Gelegah Kantor dan Rumah di Pekanbaru

    RIAUPEMBARUAN.COM - Sudah tiga hari penyidik KPK "berkantor" di Riau, tepatnya di Kabupaten Bengkalis dan Kota Pe

  • Walikota Dumai Kembali Dicegah KPK ke Luar Negeri

    RIAUPEMBARUAN.COM - Wali Kota Dumai, Zulkifli Adnan Singkah, kembali dilarang KPK untuk bepergian ke luar negeri berkaitan

  • KOMENTAR