• Home
  • Peristiwa
  • Siswi SD di Pekanbaru Diculik dan Digauli Pria Pengangguran

Siswi SD di Pekanbaru Diculik dan Digauli Pria Pengangguran

Selasa, 16 Juli 2019 15:24:00
BAGIKAN:
Net/Ilustrasi

RIAUPEMBARUAN.COM - Nasib malang harus dialami oleh Melati (9) saat berkenalan dengan LG (35), seorang pria pengangguran yang kerap menemuinya di sekolah. Bagaimana tidak, bocah kelas III SD di Pekanbaru tersebut harus kehilangan kegadisannya setelah diculik dan disetubuhi di sebuah toilet SPBU oleh si pria yang baru dikenalnya itu.

Peristiwa itu dibenarkan juga oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, AKP Awaludin Syam. Dia menjelaskan, peristiwa itu sendiri terbongkar setelah orang tua korban, Albertus Simarmata melaporkan ke pihak Polsek Payung Sekaki, bahwa korban telah diculik oleh tersangka, Jum'at (12/07/19) dinihari pekan lalu. Mendapat laporan itu, Polsek Payung Sekaki berkoordinasi dengan Polresta Pekanbaru kemudian langsung bergerak menyelidiki laporan tersebut.

"Tanggal 12 (Juli) itu kita kroscek ke sekolah korban dan kita dapatkanlah rekaman CCTV dari sekolah itu bahwa korban dijemput oleh seorang pria (tersangka) ketika pulang sekolah menggunakan sepeda motor. Hari itu juga, dari penyelidikan yang kita lakukan, sore harinya tersangka berhasil kita tangkap di depan SPBU Sigunggung di Jalan Darma Bakti, Kecamatan Payung Sekaki," ujarnya kepada riauterkini.

Awaludin menuturkan, dalam melancarkan aksi cabulnya itu, tersangka selalu memberikan uang Rp2 ribu kepada korban. Sementara pertemuan korban dengan tersangka sendiri, sambungnya, sudah terjadi sebanyak tiga kali, di tanggal 8 Juli, 9 Juli dan terakhir di tanggal 12 Juli sampai akhirnya tersangka ditangkap polisi.

"Modusnya, tersangka memberikan korban uang Rp2 ribu. Lalu korban dijemput ke sekolah dan diajak jalan-jalan pakai motor. Saat kejadian, malam harinya barulah tersangka mengajak korban ke salah satu SPBU dan menyetubuhi korban di dalam toilet SPBU tersebut," sebutnya.

Perbuatan itu, sambung Awaludin, dilakukan tersangka hanya satu malam saja, setelah itu yang bersangkutan mengantarkan korban pulang, namun tak diantar sampai ke rumah. Korban hanya ditinggalkan di pinggir jalan tak jauh dari rumahnya.

"Pengakuan tersangka sudah bertemu dengan korban sebanyak 3 kali. Tapi baru 1 kali melakukannya (mencabuli korban). Tersangka juga kita beri tindakan tegas (tembak) di kakinya agar tidak lari karena saat penangkapan posisi tersangka masih diatas sepeda motor," tegasnya.

Di lokasi yang sama, Kapolsek Payung Sekaki, AKP Hidayat menambahkan, selain mengamankan tersangka, turut diamankan pula barang bukti satu unit motor Honda Supra milik tersangka.

"Jadi, diniharinya orang tua korban melapor ke kita dan sore harinya tersangka berhasil kita tangkap. Atas perbuatannya, tersangka kita jerat dengan UU Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun kurungan (penjara)," tutupnya.* (rtc/red)

Editor: Iwan Iswandi

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Institute Jantung Negara Kuala Lumpur Buka Perwakilan di Pekanbaru

    RIAUPEMBARUAN.COM - Penderita penyakit jantung di Riau kini sudah bisa bernafas lega. Karena pada bulan Mei 2019 lalu, Inst

  • Komunitas Anak Twitter Pekanbaru Rayakan Hari Jadi Pertama

    RIAUPEMBARUAN.COM - Puluhan anak muda millenial tergabung dalam komunitas Anak Twitter Pekanbaru (ATP) merayakan hari jadi

  • Guru di Pekanbaru Harus Siap Hadapi Kecanggihan Teknologi

    RIAUPEMBARUAN.COM - Menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul melalui penyebarluasan praktik baik di sekolah, dapat

  • Kota Pekanbaru Dapat Predikat Kota Layak Pemuda

    RIAUPEMBARUAN.COM - Kota Pekanbaru mendapat predikat sebagai Kota Layak Pemuda. Penghargaan itu akan diserahkan langsung ol

  • KOMENTAR