• Home
  • Peristiwa
  • Dugaan Penggelapan Mobil, Oknum Polisi Polda Riau Jalani Sidang

Dugaan Penggelapan Mobil, Oknum Polisi Polda Riau Jalani Sidang

Minggu, 10 November 2019 10:16:00
BAGIKAN:
Net/Ilustrasi

RIAUPEMBARUAN.COM - Oknum Polisi berpangkat Kompol bertugas di Polda Riau di sidang atas kasus dugaan penghilangan satu unit mobil Avanza tahun 2015 pemakaian tahun 2016 warna merah mentalik dengan nopol BM 1427 QM pemilik Syamsuardi.

Menurut Syamsuardi Sabtu (9/11/19), sidang yang digelar kemarin Kamis (7/11/19) adalah sidang ke-4. Sidang dengan agenda mendengarkan saksi yang meringankan terdakwa.

Kasus dugaan penghilangan 1 unit mobil ini bermula ketika oknum Anggota Polisi Polda Riau, Kompol S meminjam mobil kepada Syamsuardi pada tahun 2018. Tepatnya pada 7 April 2018 dengan alasan meminjam adalah untuk menghadiri sebuah pesta pernikahan.

"Namun hingga saat ini, mobil tersebut tidak pernah dikembalikan. Kasus ini sudah hampir 2 tahun. Ia juga sudah pernah disidangkan di kantornya Polda Riau atas laporan saya. Hasilnya ia dipenjara selama 14 hari. Saat ini, Kompol S statusnya PTDH (pemecatan tidak Hormat) atas kasus penipuan yang lalu," terang Syamsuardi dilansir berita riauterkini.

Sidang akan dilanjutkan Kamis depan dengan agenda sidang, pembacaan tuntutan jaksa.*

Editor: Rezi AP

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Polda Riau Gagalkan Dua Kapal Penyeludupan Pakaian Bekas Asal Malaysia

    RIAUPEMBARUAN.COM - Direktorat Polisi Perairan Kepolisian Daerah Riau menangkap dua kapal lintas batas berukuran cukup besa

  • Polda Riau Naikkan Status Penyidikan Karhutla PT Teso Indah

    RIAUPEMBARUAN.COM - Ditreskrimsus Polda Riau meningkatkan penanganan status kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) PT Teso In

  • Polda Riau Serahkan Berkas Perkara Karhutla

    RIAUPEMBARUAN.COM - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau menyerahkan dua bundel berkas tersangka korpo

  • Tim Mabes Polri Lakukan Penyelidikan Kebakaran Lahan di Siak

    RIAUPEMBARUAN.COM - Tim Mabes Polri, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum KLHK, tim Kejaksaan serta tim ahli yang dilengkapi

  • KOMENTAR