• Home
  • Peristiwa
  • Diduga Cabuli Gadis 16 Tahun, Dua Pelajar di Bengkalis Berurusan dengan Hukum

Diduga Cabuli Gadis 16 Tahun, Dua Pelajar di Bengkalis Berurusan dengan Hukum

Senin, 17 Juni 2019 19:28:00
BAGIKAN:

RIAUPEMBARUAN.COM - Na'udzubillah!, Diduga bertindak asusila terhadap seorang gadis berumur 16 tahun, dua remaja warga Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, AD (17) pelajar SMK kelas 3 dan NA (13), masih bersekolah dasar (SD) kelas 5, terpaksa harus berurusan dengan aparat penegak hukum.

Berkas sebagai tersangka dan barang bukti kedua remaja ini sudah dinyatakan lengkap (P21) dan dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bengkalis atau sudah tahap dua, pada Senin (17/6/19) siang.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Bengkalis Iwan Roy Charles, SH, didampingi JPU Eriza Susila, SH ketika dikonfirmasi terhadap perkembangan kasus kedua remaja ini sudah dilimpahkan ke penuntut, dibenarkan.

"Berkas perkaranya sudah kita terima dan sudah dilimpahkan pihak kepolisian dan kita terima. Segera akan kita limpahkan ke pengadilan untuk disidangkan," ujar Iwan Roy, kepada sejumlah awak media usai pelimpahan, Senin (17/6/19).

Kasus remaja diduga bertindak mesum sesama anak di bawah umur itu terungkap, pada Jum'at (1/3/19) lalu sekitar pukul 15.00 WIB. Dua orang saksi Feb dan Fan yang sedang melintas di perkebunan kelapa sawit, Jalan Ahmad Yani, Desa Sejangat, Kecamatan Bukit Batu, mendengar suara orang di dalam semak-semak.

Kemudian mendekati suara tersebut dan menegur, kemudian mendengar suara orang sedang berlari ke arah semak-semak kebun sawit dan tidak lama kemudian muncul remaja perempuan (korban) NNS (16) dari dalam semak-semak.

Lalu, warga menanyakan tujuan korban di semak-semak. Dan pada saat itu NNS mengatakan, telah disetubuhi oleh remaja yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu di semak-semak.

Memperoleh keterangan itu, kemudian korban dihantarkan saksi ke rumah keluarganya. Keluarga korban yang tidak diterima perlakuan itu, kemudian melaporkannya ke Polsek Bukit Batu.

"Remaja yang menjadi korban ini, juga sedikit mengalami gangguan kesehatannya. Tersangka AD yang sudah melakukan persetubuhan, sedangkan NA memegang. AD resmi kita tahan, sementara NA tidak bisa kita tahan karena sesuai dengan aturannya. Pelaku dan korban juga saling kenal dan tetangga," katanya lagi.

Sementara itu, AD yang sempat berhasil ditemui mengaku sangat menyesal. Tindakan persetubuhan yang dituduhkan terhadap dirinya itu bukan atas kemauannya sendiri, akan tetapi, terpengaruh oleh ajakan korban.

"Pak saya menyesal, perbuatan itu dilakukan karena diajak oleh korban bukan semata-mata kemauan saya sendiri," ucapnya.

Akibat perbuatan asusila itu, kedua remaja masih bersekolah ini akan dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) Jo ayat (2) atau Pasal 82 ayat (1) UU RI Nomor 35/2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak Jo UU Nomor 11/2012 tentang Sistem Peradilan Anak.* (rtc/red)

Editor: Iskandar M

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Siswi SD di Pekanbaru Diculik dan Digauli Pria Pengangguran

    RIAUPEMBARUAN.COM - Nasib malang harus dialami oleh Melati (9) saat berkenalan dengan LG (35), seorang pria pengangguran ya

  • Satu Atlet Pentaque Asal Bengkalis Ikuti Pra PON

    RIAUPEMBARUAN.COM - Perjuangan yang sangat luar biasa dari 5 Atlet Federasi Olahraga Pentaque (Fopi) Kabupaten Bengkalis ak

  • Pemuda Mabuk Nekat Perkosa IRT di Pekanbaru

    RIAUPEMBARUAN.COM - Diduga karena sedang mabuk minuman keras, Putra Banjarnahor (19) nekat mencoba memperkosa Sd, seorang i

  • FOPI Bengkalis Pecut Atlet Ikuti POMNAS dan seleksi Pra PON

    RIAUPEMBARUAN.COM - Meski terbilang baru kehadiran Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Bengkalis dan juga Riau , na

  • KOMENTAR
    situspoker situspoker