Raja Keraton Agung Semesta Dicokok Polisi

Rabu, 15 Januari 2020 11:44:00
BAGIKAN:

RIAUPEMBARUAN.COM - Sejarah Kerajaan Keraton Agung Sejagat tak berumur panjang dan hanya bertahan dalam hitungan hari. Kerajaan itu bubar karena raja dan permaisurinya ditangkap polisi Selasa 14 Januari 2020 malam, dengan pasal penipuan.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Iskandar F Sutisna membenarkan penahanan itu.

"Malam ini ditahan dan akan dibawa ke Polda Jawa Tengah," katanya.

Berdasarkan informasi yang terhimpun, penangkapan itu didasarkan atas keresahan masyarakat akibat kehadiran keraton di Desa Pogung Jurutengah, Bayan, Kabupaten Purworejo itu.

Santosa dan Aminadia dijerat UU Nomor 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana serta pasal 378 KuHP tentang penipuan. Sejumlah barang bukti disita, termasuk dokumen yang diduga dipalsukan pelaku.

Sebelumnya diberitakan, Keraton Agung Sejagat ini mulai dikenal publik, setelah mereka mengadakan Wilujengan dan Kirab Budaya, yang dilaksanakan dari Jumat (10/1) hingga Minggu (12/1).

Keraton Agung Sejagat, dipimpin "seseorang" yang dipanggil Sinuwun yang bernama asli Totok Santosa Hadiningrat dan istrinya yang dipanggil Kanjeng Ratu yang memiliki nama Dyah Gitarja. Berdasarkan informasi, pengikut dari Keraton Agung Sejagat ini mencapai sekitar 450 orang.

"Penasihat" Keraton Agung Sejagat, Resi Joyodiningrat, menegaskan Keraton Agung Sejagat bukan aliran sesat seperti yang dikhawatirkan masyarakat.

Ia mengatakan Keraton Agung Sejagat merupakan kerajaan atau kekaisaran dunia yang muncul karena telah berakhir "perjanjian 500 tahun" yang lalu, terhitung sejak hilangnya Kemaharajaan Nusantara, yaitu imperium Majapahit pada 1518 sampai 2018.

Menurut dia, "perjanjian 500 tahun" dilakukan Dyah Ranawijaya sebagai penguasa imperium Majapahit dengan Portugis sebagai wakil orang Barat sehingga wilayah itu merupakan bekas koloni Kekaisaran Romawi di Malaka pada 1518

Jodiningrat menyampaikan dengan berakhirnya "perjanjian" itu, maka berakhir pula dominasi kekuasaan Barat mengendalikan dunia yang didominasi Amerika Serikat setelah Perang Dunia II dan kekuasaan tertinggi harus dikembalikan ke "pemilik"-nya, yaitu Keraton Agung Sejagat sebagai penerus Medang Majapahit yang merupakan Dinasti Sanjaya dan Dinasti Syailendra.*

 

Editor: Rezi AP

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Virus Corona Tidak Ditanggung BPJS, Ini Kata Menkes Terawan

    RIAUPEMBARUAN.COM - Menteri Kesehatan, Dr Terawan meminta masyarakat tidak khawatir soal Virus Corona yang tak ditanggung,

  • Iuran Naik, Sri Mulyani Tak Suntik BPJS Kesehatan Tahun Ini

    RIAUPEMBARUAN.COM - Mulai 1 Januari 2020, tarif iuran BPJS Kesehatan naik, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor

  • John Kei Bebas dari Lapas Nusakambangan

    RIAUPEMBARUAN.COM - Terpidana kasus pembunuhan, John Refra Kei alias John Kei menghirup udara bebas dari Lapas Nusakambanga

  • Jokowi Geram Soal Kilang dan Jawaban Pertamina

    RIAUPEMBARUAN.COM - Jokowi geram pembangunan kilang tak rampung-rampung dalam 30 tahun terakhir. Menanggapi hal ini bos PT

  • KOMENTAR