Mantan Sekda Dumai Segera Diadili

Jumat, 12 April 2019 06:14:00
BAGIKAN:
Net-Ilustrasi
Sidang Pengadilan.

Berkas perkara korupsi proyek Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis, dengan tersangka, M Nasir selaku mantan Kepala PU Bengkalis dan juga mantan Sekda Dumai. Kamis (11/4/19) siang, telah dilimpahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Berkas dengan dua terdakwa itu turut juga akan diadili Hobby Siregar selaku Direktur PT Mawatindo Road Construction (MRC), rekanan yang mengerjakan proyek jalan tersebut.

"Dua berkas dengan dua terdakwa pada peningkatan jalan di Bengkalis telah kita terminal dari jaksa KPK," terang Pamud Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Rosdiana Sitorus SH kepada riauterkini.com dikutip riaupembaruan.com

Saat ini, berkas tersebut masih menunggu penetapan majelis hakim dari Ketua PN," sambungnya.

Sementara itu, jaksa penuntut KPK, Roy Riyadi kepada wartawan mengatakan jika pihaknya telah siap menyidangkan kedua tersangka.

" Ada 6 JPU yang nantinya yang menyidangkan perkara korupsi proyek jalan poros di Bengkalis itu," kata Roy lagi.

Dalam penyidikan perkara ini, Amril Mukminin telah beberapa kali diperiksa sebagai anggota DPRD Kabupaten Bengkalis periode 2009-2014. KPK juga melakukan penggeledahan di rumah dinas Bupati Bengkalis dan menyita sejumlah uang sebesar Rp1,9 miliar.

Selain penggeledahan rumah dinas Bupati Bengkalis. KPK juga menggeledah rumah mantan Bupati Bengkalis Herliyan Saleh dan rumah terdakwa Muhammad Nasir.

M Nasir dan Hobby ditahan sejak 5 Desember 2018 lalu. Untuk M Nasir ditahan di Rutan Guntur sedangkan Hobby Siregar ditahan di Rutan Salemba.‎

Kedua terdakwa ini didakwa telah melawan hukum dengan melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dalam proyek peningkatan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih sepanjang 51 kilometer dan lebar 6 meter.

Akibat perbuatannya, negara telah dirugikan sebesar Rp 80 miliar dari anggaran yang menelan sekitar Rp495 miliar.

Kedua terdakwa dijerat Pasal 2 ayat (1) Undang-undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Editor: Iskandar M

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Zulkifli AS Sambut Pipo Timnas Futsal U-20 Asal Dumai

    RIAUPEMBARUAN.COM - Walikota Dumai H Zulkifli AS menyambut kepulangan atlet Futsal Nasional asal Dumai, Filippo Inzaghi Sel

  • Pesan Mendiang Ayah Jadi Motivasi, Pipo Kelahiran Dumai Bersama Timnas Indonesia

    RIAUPEMBARUAN.COM - Wafatnya Ayahanda secara mendadak bagai petir di siang bolong bagi Filippo Inzaghi, penggawa Timnas Fut

  • Lantai Jembatan Perbatasan Rohil-Dumai Rusak Parah

    RIAUPEMBARUAN.COM - Lantai jembatan KM 14 Bangsa Aceh dekat perbatasan Rohil-Dumai di Kepenghuluan Mumugo, Kecamatan Tanah

  • BNN Amankan 50 Kg Sabu dan 23 Ribu Butir Pil Ekstasi di Dumai

    RIAUPEMBARUAN.COM - Badan Narkotika Nasional berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis Sabu jaringan internasiona

  • KOMENTAR
    situspoker situspoker