• Home
  • Meranti
  • Saat Imlek Jumlah Sampah Meningkat di Selatpanjang

Saat Imlek Jumlah Sampah Meningkat di Selatpanjang

Kamis, 07 Februari 2019 05:55:00
BAGIKAN:

RIAUPEMBARUAN.COM - Volume atau jumlah sampah yang dihasilkan oleh warga di Kota Selatpanjang, Kepulauan Meranti meningkat 30 persen sejak awal perayaan Imlek 2570/2019.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Meranti, Hendra Putra mengatakan rata-rata jumlah sampah sebelum Imlek sebesar 67 ton per hari. Namun sejak hari pertama Imlek, volume sampah bertambah mencapai 87 ton.

"Artinya terjadi peningkatan tonase sampah sebesar 20 ton per hari atau meningkat 30 persen dari awal Imlek. Namun volume sampah pada tahun ini berkurang dari tahun kemarin, seiring tertibnya festival Perang Air yang tidak lagi menggunakan kantong plastik. Tapi pada hari terakhir diprediksi meningkat," ungkap Hendra, Rabu (6/2/2019).

Selain itu Hendra mengatakan, peningkatan jumlah sampah sejak awal Imlek dipengaruhi oleh perubahan pola konsumsi masyarakat.

"Sampah paling banyak dihasilkan dari hotel dan restoran, dampak dari banyaknya warga dan wisatawan yang datang menginap," kata Hendra.

Terhadap sampah yang berserakan, Hendra mengatakan kepada panitia perayaan Imlek untuk memahami keadaan dan ikut membantu petugas kebersihan.

Dimana warga Tionghoa beramai-ramai menghidupkan petasan di rumah masing-masing. Selain itu juga membakar kertas sembahyang dan tebu jenis tertentu.

Ritual itu dilakukan di depan rumah masing-masing. Sehingga sampah berkas pembakaran berserakan ditepian jalan.

Hal itu membuat petugas kebersihan mengeluh. Mereka mengaku harus kerja ekstra untuk membersihkan sampah yang dibuat oleh warga keturunan tersebut.

"Seharusnya panitia bisa mengerti sehingga bisa memudahkan petugas kebersihan. Dimana dengan menerapkan pola memasukkan sampah ke dalam kantong plastik sehingga petugas tinggal mengangkutnya saja," katanya.

Menurutnya petugas kebersihan dari panitia Imlek yang seharusnya membersihkan sampah-sampah tersebut.

"Biasanya petugas kebersihan mereka (panitia Imlek) ada yang membersihkan sampah-sampah ini. Tapi saat ini tidak ada kelihatan," tutur Hendra.

Mantan Kepala Dishub itu menambahkan, untuk armada pengangkut sampah tidak ada masalah. Namun ada beberapa yang harus diperbaiki.

"Untuk mobil dump truck akan kita lakukan revitalisasi. Sedangkan 4 kontainer penampung sampah akan kita tambah lagi pada tahun ini, sementara itu untuk kendaraan pengangkut sampah lainnya sudah cukup," ungkapnya.

Terakhir, Hendra mengatakan pihaknya baru saja mendapatkan 2 unit mesin pencacah sampah dari PT EMP.

"Mesin pencacah sampah ini berfungsi untuk menghancurkan sampah plastik menjadi bubur plastik yang nanti bisa dijual kepada pihak ketiga, dan harganya sangat mahal. Untuk itu nanti akan kita serahkan kepada Bank sampah sebagai penggeraknya," kata Hendra.

Editor: Rezi AP

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Potensi Jaringan Gas Berlabuh di Meranti

    RIAUPEMBARUAN.COM - Kabupaten Kepulauan Meranti berpotensi menjadi kota memiliki Jaringan Gas (Jargas). Hal ini setelah Bad

  • Polisi Serahkan Berkas Korupsi Dana Desa ke Kejari Meranti

    RIAUPEMBARUAN.COM Satuan Reskrim Polres Meranti unit Tipikor menyerahkan tersangka dan Barang Bukti (BB) masuk Tahap II dar

  • Dugaan Korupsi Alkes, Mantan Direktur RSUD Meranti dan Belasan Saksi Diperiksa Kejari

    RIAUPEMBARUAN.COM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Meranti melakukan penyelidikan dugaan kasus korupsi Pengadaan Alat

  • Banci Pemilik Salon di Selatpanjang, Digeruduk FPI dan Jamaah Masjid

    RIAUPEMBARUAN.COM - Ormas Front Pembela Islam (FPI) dan jamaah Masjid Agung Darul Ulum, Jumat (16/11/2018) malam menggerebe

  • KOMENTAR
    situspoker situspoker