• Home
  • Maritim
  • Lumba-lumba Tanpa Sirip Ditemukan Mati Terdampar di Riau

Lumba-lumba Tanpa Sirip Ditemukan Mati Terdampar di Riau

Minggu, 07 April 2019 10:05:00
BAGIKAN:

RIAUPEMBARUAN.COM - Seekor lumba-lumba terdampar dan mati di Pantai Tanjung Jaya Desa Teluk Rhu Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Riau, Sabtu.

Seorang saksi mata, Syahrudin, mengatakan mamalia itu ditemukan oleh warga mengapung di pantai pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.05 WIB. Belum diketahui jelas penyebab kematian, namun Syahrudin mengatakan pada tubuh lumba-lumba ada luka berdarah yang diduga karena terbentur batu karang saat terdampar di pantai.

“Panjangnya 1,25 meter. Lebar sayap antara ekor kiri-kanan sekitar 40 centimeter, beratnya sekitar 10 kilogram,” kata Syahrudin yang juga menjadi Petugas Keamanan di Unit Pangkalan Pendaratan Ikan Pulau Rupat (PPI).

Ia mengatakan lumba-lumba itu berkelamin betina dan masih anak-anak karena sangat kecil. Lumba-lumba itu ditemukan dalam kondisi hampir membusuk dan belum dapat dipastikan penyebab kematiannya.

“Jenisnya ketika diperiksa tadi masuk jenis finless (tanpa sirip),” katanya di situs antara.

Menurut dia, lumba-lumba seperti itu kadang terlihat dari daratan ketika mereka berenang saat air laut pasang.

“Tapi terdampar jarang, dulu ada. Kejadian lama sekitar 2003-2004 ada waktu itu besar dan sudah dikuburkan,” kata Syahrudin sambil mengatakan lumba-lumba ini juga sudah dikuburkan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang, membenarkan kejadian tersebut. Dalam rilis pers yang dipublikasikan di website kkp.go.id menyebutkan bahwa dari hasil identifikasi Satker Pekanbaru, diketahui lumba-lumba itu berjenis lumba-lumba tak bersirip (finless porpoise).

Lumba-lumba tanpa sirip itu punya nama latin Neophocaena phocaenoides. Finless porpoise Indo Pasifik ini merupakan jenis lumba-lumba yang tergolong langka yang habitatnya tersebar perairan pesisir Asia, terutama di sekitar Jepang, Korea, Cina, Indonesia, Malaysia, India, dan Bangladesh.

Sepanjang jangkauan mereka, lumba-lumba tinggal di perairan dangkal, hingga 50 m (160 kaki) dalam, dekat dengan pantai, di perairan dengan dasar laut yang lembut atau berpasir, atau di muara dan rawa-rawa bakau. Dalam kasus luar biasa, mereka telah dijumpai sejauh 135 km (84 mil) lepas pantai di Cina Timur dan Laut Kuning, meskipun masih di perairan dangkal.

Riset mengenai keberadaan finless porpoise ini di Riau berjumlah banyak sehingga kurang dapat dipastikan sebarannya di mana saja. Namun, ini kejadian kedua setelah 29 Maret 2017 juga terjadi kasus serupa di Perairan Sinaboi, Rokan Hilir.

Editor: Iwan Iswandi

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Riau Gelontorkan Dana Rp442 Miliar Untuk Bangun Jalan Dan Jembatan

    RIAUPEMBARUAN.COM - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau mengaku akan menggelontorkan anggaran Rp 4

  • Disbud Riau Berikan Pelestarian Cagar Budaya

    RIAUPEMBARUAN.COM - Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kebudayaan Riau akan memberi perhatian lebih terhadap kelestaria

  • Maret 2019, Riau Alami Inflasi 0,11 Persen

    RIAUPEMBARUAN.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau merilis terjadinya inglasi di Riau pada Maret 2019. Riau meng

  • Wagubri Edy Natar Tatar 34 Pegawai Tak Berseragam Lengkap

    RIAUPEMBARUAN.COM - Wakil Gubernur Riau Edy Nasution saat memantau apel pagi, Jumat (15/3/2019) menemukan sejumlah Aparatur

  • KOMENTAR
    situspoker situspoker