Info Sawit

Tiga Sentimen yang Bawa Harga CPO Naik Hari Ini

admin admin
Tiga Sentimen yang Bawa Harga CPO Naik Hari Ini
Net/Ilustrasi

RIAUPEMBARUAN.COM - Berbeda dengan hari-hari sebelumnya, harga komoditas minyak sawit mentah (CPO) bergerak naik pada perdagangan hari ini. Ada kabar cukup menggembirakan yang mengangkat harga CPO kali ini.

Pada perdagangan Jumat (21/2/2020), harga CPO kontrak pengiriman Mei 2020 di Bursa Malaysia Derivatif (BMD) ditransaksikan di level RM 2.612/ton. Harga CPO naik 20 ringgit atau terangkat 0,77% dibanding posisi penutupan perdagangan kemarin.

Sejak awal tahun harga CPO terus mengalami tren penurunan. Sejak mencetak rekor tertinggi pada 10 Januari 2020, harga CPO terus turun. Sejak awal tahun harga CPO telah terkoreksi lebih dari 18%.

Kali ini harga CPO memiliki tenaga untuk bergerak naik karena ada tiga sentimen utama yang mendukung. Pertama adalah pelemahan ringgit di hadapan dolar. Hari ini ringgit melemah 0,17% di hadapan dolar AS.

Akibatnya harga CPO jadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain terutama dolar AS. Harga CPO yang sudah terkoreksi dalam ditambah ringgit yang melemah jadi pendorong untuk para trader mengambil posisi beli.

Sentimen kedua yang juga mendukung harga CPO untuk naik adalah pergerakan minyak nabati lain di bursa komoditas global. Reuters melaporkan harga minyak kedelai kontrak di bursa komoditas Dalian naik 0,9%, sementara harga minyak sawit di bursa Dalian juga naik 1,6%. Harga minyak kedelai di bursa komoditas Chicago juga naik 0,2%.

Sentimen ketiga adalah India yang awal Januari lalu menetapkan larangan impor minyak sawit olahan, kemarin dikabarkan telah menerbitkan izin impor minyak sawit olahan jenis palmolein dari Indonesia sebanyak 1,1 juta ton, melansir Reuters.

Seorang pejabat pemerintah India dan tiga orang trader mengatakan kepada Reuters bahwa Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri (DGFT) telah menerbitkan izin impor 1,1 juta ton minyak palmolefin dari Indonesia.

New Delhi mengatakan bahwa izin impor ini hanya diperuntukkan untuk minyak sawit olahan dari Indonesia. Penerbitan izin impor ini mengejutkan pelaku industri dan pejabat senior kementerian perdagangan India.

"Memperbolehkan impor palmolein olahan dalam skala besar bertentangan dengan tujuan pelarangan komoditas ini dari daftar impor" kata B. V Metha direktur eksekutif Solvent Extractor Association yang berbasis di Mumbai.

Saat menggelar rapat bersama dengan pelaku industri pada Rabu kemarin (19/2/2020) pejabat senior kementerian perdagangan India mengungkapkan ketidaksenangannya dan meminta DGFT untuk tak lagi menerbitkan izin ke depan.

Walau sempat mengejutkan berbagai pihak di India, kejadian ini telah membuat harga CPO bergerak naik. Namun harga CPO tak bisa naik banyak-banyak karena masih ada virus corona yang menghantui dan berpotensi besar memangkas permintaan minyak nabati ini secara signifikan.

Menurut data terbaru yang dirilis oleh John Hopkins University CSSE, sampai dengan hari ini sudah ada 75.043 kasus orang yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Jumlah korban meninggal di China akibat infeksi patogen ganas ini juga sudah mencapai 2.236 orang.*

Editor: Rezi AP