Info Sawit -
Info Sawit

Petani Menanti Kebijakan Sektor Kelapa Sawit yang Berpihak

Redaksi Redaksi
Petani Menanti Kebijakan Sektor Kelapa Sawit yang Berpihak

RIAUPEMBARUAN.COM - Arah kebijakan jangka panjang pemerintah dan strategi pengelolaan sumber daya ekonomi dengan mendorong pemberdayaan perkebunan rakyat dalam pengembangan bahan bakar nabati masih menjadi rencana dan belum menjadi prioritas aksi utama dalam meningkatkan produktivitas petani sawit.

Ini dibuktikan masih rendahnya jangkauan peremajaan sawit rakyat untuk perkebunan kelapa sawit yang dikelola petani swadaya. Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) hanya mampu merealisasi peremajaan sawit sekitar 58,000 ha atau hanya 29% dari rencana awal lembaga tersebut dalam waktu 5 tahun terakhir. Padahal peremajaan Sawit petani swadaya adalah kunci mendorong produktivitas kelapa sawit Indonesia demi memenuhi kebutuhan pengembangan bahan bakar nabati.

“Indonesia sudah memiliki regulasi, dan dana namun belum aksi nyata berbentuk strategi jangka panjang yang berdampak nyata untuk sawit berkelanjutan di Indonesia,” ungkap Ketua Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Mansuetus Darto, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Kamis (13/2/2020).

Lebih lanjut kata Darto, pihakya belum melihat dana BPDP-KS digunakan demi kepentingan petani kelapa sawit, yang merupakan stakeholder penting dalam industri kelapa sawit, namun hanya memikirkan kepentingan pengusaha kelapa sawit.

Apalagi ditengarai BPDP-KS telah mengumpulkan dana hingga Rp 47 triliun. Namun sayangnya program-program BPDP-KS untuk sawit berkelanjutan justru tidak banyak didukung menggunakan dana tersebut.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan sejumlah kebijakan yang mendukung perbaikan tata kelola sawit antara lain Instruksi Presiden nomor 8 tahun 2018, yang dikenal sebagai Inpres moratorium sawit.

Kemudian Inpres nomor 6 tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN-KSB) Tahun 2019-2024. Namun regulasi ini belum digunakan kementerian terkait sebagai ujung tombak untuk memperkuat petani maupun sawit berkelanjutan Indonesia.*

Editor: Rezi AP

Penulis: Redaksi


Tag:Info Sawit