Periode 09-15 Oktober, Harga Sawit Riau Naik

Rabu, 09 Oktober 2019 15:18:00
BAGIKAN:
Net/Ilustrasi

RIAUPEMBARUAN.COM - Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit di Riau periode 9-15 Oktober 2019 mengalami kenaikan. Kenaikan terjadi pada semua kelompok umur.

Kasi Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Provinsi Riau, Tengku Neni Mega Ayu, mengatakan bahwa kenaikan terbesar terjadi pada kelompok umur 10 - 20 tahun sebesar Rp 6,29 per kilogram atau 0,44 persen dari harga minggu lalu.

"Atas kenaikan itu maka harga TBS kelapa sawit saat ini menjadi Rp1.421,74 per kilogram," ujar Tengku Neni, Rabu (9/10/2019).

Ia mengatakan kenaikan harga TBS di Provinsi Riau disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Untuk faktor internal, kenaikan disebabkan oleh kenaikan harga jual CPO dan Kernel dari seluruh perusahaan yang menjadi sumber data.

Harga jual CPO PTPN V mengalami kenaikan sebesar Rp 120,17/Kg, Sinar Mas Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 95,00/Kg dan Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 185,46/Kg.

"Begitu juga di Asian Agri Group, mengalami kenaikan sebesar Rp 95,12 per kilogram dari harga minggu lalu," ucap Tengku Neni.

Sedangkan untuk harga jual kernel, jelasnya, Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikan sebesar Rp 20,00/Kg. Begitu juga di Asian Agri Group mengalami kenaikan sebesar Rp 86,00/Kg dari harga minggu lalu.

Sementara itu untuk faktor eksternal yang mempengaruhi kenaikan harga TBS periode ini adalah adanya sentimen positif yang mengerek harga naik di antaranya adalah perbaikan permintaan dan penurunan produksi.

Walau nilai ekspor masih turun namun perbaikan dari sisi permintaan jadi angin segar untuk harga CPO. Malaysia dan Indonesia sebagai negara produsen sawit terbesar di dunia juga terus menggenjot program B20.

Selain program tersebut tambah Tengku Neni, pernyataan duta besar Perancis untuk Malaysia, Frederic Laplanche yang menyatakan bahwa Eropa masih sangat terbuka dengan produk minyak sawit juga turut menghembuskan angin segar.

Dari sisi produksi, kekeringan yang melanda Asia Tenggara pada Agustus-September diprediksi akan menyebabkan penurunan produksi di Indonesia dan Malaysia dalam jangka pendek dan menengah.

"Kekeringan yang terjadi akhir-akhir ini diakibatkan oleh fenomena El Nino yang menyebabkan pemanasan perairan di Samudra Pasifik Timur, membawa cuaca kering di Asia Tenggara," pungkasnya.* (ckp)

Editor: Suhadi

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Program B30 Belum Libatkan Pasokan Baha Baku Milik Petani

    RIAUPEMBARUAN.COM - Sebagaimana pidato kenegaraan Bapak presiden Joko Widodo pada tahun 2019 lalu, bahwa sawit memiliki pot

  • Virus Corona Lemahkan Harga Minyak Sawit

    RIAUPEMBARUAN.COM - Harga komoditas minyak sawit mentah (CPO) masih berada dalam tekanan. Harga CPO masih terus melanjutkan

  • Petani Menanti Kebijakan Sektor Kelapa Sawit yang Berpihak

    RIAUPEMBARUAN.COM - Arah kebijakan jangka panjang pemerintah dan strategi pengelolaan sumber daya ekonomi dengan mendorong

  • Oil World Prediksi Harga CPO 2020 Capai US$ 700/Ton

    RIAUPEMBARUAN.COM - Dikatakan Thomas Mielkie dari Oil world, harga jual FOB CPO asal Indonesia, akan berkisar US$ 650 &ndas

  • KOMENTAR