• Home
  • Info Sawit
  • Peringati Hari Bumi, Petani Sawit Komit Jaga Lingkungan

Peringati Hari Bumi, Petani Sawit Komit Jaga Lingkungan

Selasa, 23 April 2019 14:26:00
BAGIKAN:

RIAUPEMBARUAN.COM - Petani sawit sebagai bagian dari industri kelapa sawit nasional terus berupaya untuk meningkatkan pengelolaan sawit yang ramah dengan lingkungan.

Petani kelapa sawit dari Kabupaten Sanggau, Albert Darius mengatakan, pihaknya terus melakukan pelatihan budidaya sawit kelapa sawit yang baik supaya kebun sawit milik petani memiliki produktifitas yang tinggi, sekaligus supaya tidak membuka pemikiran untuk menambah produksi dengan menambah lahan baru.

Sebab dengan produktifitas yang tingga maka pendapatan petani juga terdongkrak meningkat, termasuk menekankan penerapan budiday yang ramah lingkungan serta melindungi hutan sekitar kebun kelapa sawit. “Caranya dengan dijadikan wilayah-wilayah konservasi,” kata Darius yang juga sebagai Ketua Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Kabupaten Sanggau, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Senin (22/4/2019).

Lebih lanjut kata Darius, bahkan saat ini ada  anggota dari petani kelapa sawit di Kabupaten Sanggau sudah berkomitmen mengelola atau melindungi hutan, dan petani sepakat untuk menjadikan hutan ini sebagai wilayah konsevasi disamping kebun sawit. Langkah demikian menjadi bentuk dari komitmen petani dalam terus merawat dan menjaga bumi, lantaran selain memikirkan sumber kehidupan dari sawit juga ada komitmen untuk melindungi hutan yang ada. “Kami berharap ini menjadi contoh dan bisa di ikuti semua petani sawit di indonesia,” tutur Darius.

Sementara Kepala Departemen Riset SPKS, Sabarudin mengatakan, semua anggota SPKS  didorong untuk peningkatan produktiftasnya lewat pelatihan-pelatihan Good Agriculture Practices (GAP) agar produktifitas kebun sawit petani ada peningkatan.

Jika sebelumnya produktifitas kebun petani hanya mencapai 12 ton Tandan Buah Segar (TBS) sawit/ha/tahun, maka dengan adanya pelatihan diharapkan produktifitasnya bisa meningkat paling tidak menjadi 15-16 ton TBS/ha/tahun. “Dengan begini petani tidak akan terlalu besar keingnya untuk menambah lahan baru,” kata Sabarudin.

Tercatat petani anggota SPKS juga di dorong untuk terus melakukan konservasi hutan-hutan yang masih tersedia di sekitar kebunnya ini dilakukan sebagai bentuk komitmen kami pada pengelolaan sawit yang ramah lingkungan. “Contohnya di Kabupaten Sanggau saat ini ada sekitar 40-50 ha hutan yang dilindiungi oleh anggota SPKS,” tandas Sabarudin.

Editor: Rezi AP

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Masyarakat Sipil Sampaikan 5 Rekomendasi Penerapan Moratorium Sawit

    RIAUPEMBARUAN.COM - Sawit Watch bersama dengan rekan-rekan koalisi masyarakat sipil diantaranya ELSAM, ICEL, Madani, Kaoem

  • Gubernur Riau: Lakukan Peremajaan Sawit Dengan Cara Tumpang Sari

    RIAUPEMBARUAN.COM - Gubernur Riau, H Syamsuar, mendorong para petani lain di Riau yang kebun sawitnya sudah tidak produktif

  • Ekspor Minyak Sawit Diprediksi Naik 3,6 Persen

    RIAUPEMBARUAN.COM - Masih adanya beberapa faktor penghambat seperti perang dagang China-AS dan harga minyak fosil, membuat

  • Maret 2019, Pasar Sawit Asal Indonesia di India Melorot 62 Persen

    RIAUPEMBARUAN.COM - Akibat perang dagang Amerika Serikat dan China yang tak kunjung usai, tercatat telah memmengaruhi perda

  • KOMENTAR
    situspoker situspoker