Menanti Pemimpin Peduli Sawit

Selasa, 15 Oktober 2019 11:39:00
BAGIKAN:
Net/Ilustrasi

RIAUPEMBARUAN.COM - Memang perhelatan akbar Pemilu 2019 lalu telah usai, namun rekapitulasi suara dan berbagai persoalan masih terus berjalan hingga dewasa ini.

Sejatinya, Pemilihan Umum menjadi penentu awal dari proses demokrasi yang akan berjalan lima tahun kedepan, namun berbagai persoalan di awal inilah, yang selalu membelenggu berjalannya demokrasi hingga proses pemilu mendatang.

Mungkin saja, proses demokrasi yang masih setengah dewasa ini juga merupakan bagian dari tradisi masyarakat Indonesia, dimana kemenangan yang diraih pada saat pemilihan umum, tidak pernah menjadi kemenangan mutlak dari pasangan calon yang meraih suara terbesar.

Namun, semua pihak juga harus menahan diri untuk terus bersuara, lantaran demokrasi juga bukan hanya milik mereka yang menang, tetapi juga milik mereka yang kalah.

Berangkat dari esensi demokrasi yang sering disamakan sebagai demos dan kratos atau suara rakyat, maka ketika dihadapkan kepada hanya 2 calon pasangan, secara otomatis suara pilihan akan terbelah menjadi 2 bagian besar. Kendati salah satu paslon bisa meraih suara terbanyak, namun paslon yang kurang beruntung, juga memiliki suara rakyat yang lumayan besar.

Secara mendasar, keberpihakan kepada para pasangan calon ini, memiliki dasar dukungan suara rakyat yang lumayan besar untuk dukungan menjadi pemimpin nasional. Kendati hanya satu pasangan calon yang nantinya akan memimpin bangsa ini. Sebab itu, kedewasaan rakyat sebagai pemilik hak suara juga harus terbangun, guna membangun bangsa bersama.

Siapapun yang terpilih nantinya, industri minyak sawit nasional, memiliki harapan besar akan hadirnya pemimpin nasional sawit. Lantaran, pemimpin negeri ini, harus bisa melihat besarnya potensi industri minyak sawit nasional bagi makanan dan non makanan hingga energi terbarukan. Besarnya potensi tersebut, akan mampu menumbuhkan ekonomi masyarakat hingga ketahanan energi nasional. Selamat atas terpilihnya Pemimpin Nasional Sawit.* (isc)

Editor: Suhadi

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Sepekan Kedepan, Harga Sawit Riau Turun Rp50,65/Kg

    RIAUPEMBARUAN.COM - Merujuk hasil dari tim penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit Provinsi Riau merujuk surat Peneta

  • Program B30 Belum Libatkan Pasokan Baha Baku Milik Petani

    RIAUPEMBARUAN.COM - Sebagaimana pidato kenegaraan Bapak presiden Joko Widodo pada tahun 2019 lalu, bahwa sawit memiliki pot

  • Virus Corona Lemahkan Harga Minyak Sawit

    RIAUPEMBARUAN.COM - Harga komoditas minyak sawit mentah (CPO) masih berada dalam tekanan. Harga CPO masih terus melanjutkan

  • Petani Menanti Kebijakan Sektor Kelapa Sawit yang Berpihak

    RIAUPEMBARUAN.COM - Arah kebijakan jangka panjang pemerintah dan strategi pengelolaan sumber daya ekonomi dengan mendorong

  • KOMENTAR