• Home
  • Info Sawit
  • Lahan Plasma Sawit Seluas 32.996 Ha di Riau, Resmi Diremajakan

Lahan Plasma Sawit Seluas 32.996 Ha di Riau, Resmi Diremajakan

Sabtu, 13 April 2019 21:15:00
BAGIKAN:
Net-Ilustrasi

RIAUPEMBARUAN.COM - Peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat di Riau mulai diterapkan. Sebelumnya presiden Joko Widodo telah meresmikan kegiatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) tahun lalu di Riau, sebagai salah satu rangkaian kegiatan program PSR yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS).

Dalam mendukung program pemerintahn tersebut Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meresmikan peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat seluas 32.996 hektare melalui program "BUMN Untuk Sawit Rakyat" berlokasi di lima kabupaten di Provinsi Riau guna meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan masyarakat.

Dikatakan Menteri BUMN, Rini Soemarno, program BUMN Untuk Sawit Rakyat yang dilaksanakan di Riau merupakan program jangka panjang peremajaan sawit plasma yang bekerja sama dengan PT Perusahaan Perkebunan Nusantara V (PTPN V) dan BUMN Perbankan, diantaranya BNI, Mandiri dan BRI. “Program tersebut berlangsung pada 2019 hingga 2025,” katanya seperti dikutip InfoSAWIT dari Antara. 

Untuk 2019 ini, peremajaan sawit di Riau diawali di lahan seluas 4.996 hektare, selanjutnya, pada 2020 hingga 2025 mendatang, ditargetkan 28.000 hektare lahan sawit masyarakat lainnya yang diremajakan di lima kabupaten, Siak, Rokan Hulur, Indragiri Hulu, Rokan Hilir dan Kampar.

Rini menjelaskan dalam pelaksanaan program tersebut, Pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) memberikan hibah sebesar Rp25 juta kepada setiap petani pada lahan dua hektare. Namun, dia mengakui angka tersebut tidak cukup untuk melakukan peremajaan sawit.

"Pendanaan Rp25 juta. Memang tidak cukup. Peremajaan itu perlu sedikitnya Rp 58 juta. Jadi itu Rp 25 juta diberikan tidak harus dikembalikan. Kemudian kita kombinasikan dengan kredit usaha rakat Rp 33 juta. Bunga 7 persen dari bank BUMN," jelasnya.

Direkut Utama PTPN V, Jatmiko K Santosa menyatakan pihaknya berkomitmen menjalankan program peremajaan sawit sebagai langkah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dia menjelaskan melalui program ini, petani plasma akan mendapat kejelasan mulai dari pengajuan hingga panen.

"Kami yakin akan membantu pemerintah mengurai masalah dalam percepatan peremajaan sawit sehingga mampu meningkatkan produtifitas dan kesejahteraan petani," kata Jatmiko.

Secara khusus, Jatmiko mengatakan peremajaan sawit yang dilaksanakan di Desa Tumain pada lahan 725 hektare menghabiskan biaya hingga Rp42 miliar, yang berasal dari hibah BPDPKS dan kredit perbankan. Dari Rp42 miliar, dia menuturkan Rp10 miliar diantaranya untuk biaya pelibatan masyarakat. Skema yang sama nantinya akan dilakukan secara massal dalam program tersebut di lima kabupaten di Riau hingga 2025.

Editor: Iskandar M

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Berharap Green Diesel Sawit Bisa Komersial di April 2019

    RIAUPEMBARUAN.COM - Bulan Desember 2018 lalu, pada minggu kedua, PT Pertamina melakukan ujicoba pembuatan produk Greengasol

  • Sawit dan Tudingan Negatif Uni Eropa

    RIAUPEMBARUAN.COM - Dorongan penggunaan energi baru terbarukan telah dilakukan semenjak satu dasawarsa silam, bahkan kala i

  • Eropa Berlakukan Aturan Sawit Mulai Mei 2019

    RIAUPEMBARUAN.COM - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, kampanye negatif kelapa sawit Indo

  • Sawit Dalam Pusaran Tantangan dan Peluang di 2019

    RIAUPEMBARUAN.COM - Terus meningkatnya produksi minyak sawit nasional menjadi pertandan bahwa komoditas startegis nasional

  • KOMENTAR
    situspoker situspoker