• Home
  • Info Sawit
  • Impor China Melambung, Kinerja Ekspor Minyak Sawit Indonesia Hanya Naik 10%

Impor China Melambung, Kinerja Ekspor Minyak Sawit Indonesia Hanya Naik 10%

Senin, 12 Agustus 2019 10:54:00
BAGIKAN:

RIAUPEMBARUAN.COM - Semester pertama 2019 Kinerja ekspor minyak sawit Indonesia (CPO dan turunannya, biodiesel dan oleokimia) membukukan kenaikan hanya 10% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, atau dari 15,30 juta ton pada Januari – Juni 2018 naik menjadi 16,84 juta ton pada periode yang sama tahun 2019.

Dikatakan Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Mukti Sardjono, kenaikan volume ekspor ini seharusnya masih bisa digenjot lebih tinggi lagi, akan tetapi karena beberapa hambatan dagang membuat kinerja ekspor tidak maksimal.

Sementara itu volume ekspor khusus CPO dan turunannya saja (tidak termasuk biodiesel dan oleokimia) pada semester I 2019 hanya mampu terkerek 7,6% atau dari 14,16 juta ton pada Januari – Juni 2018, naik menjadi 15,24 juta ton periode yang sama 2019.

Tercatat volume ekspor Indonesia khusus CPO dan turunannya pada semester pertama 2019 mengalami penurunan hampir di semua negara tujuan utama ekspor Indonesia kecuali China. Semester I 2019, China membukukan impor CPO dan turunannya (tidak termasuk biodiesel dan oleokimia) sebanyak 39% atau dari 1,82 juta ton periode Januari – Juni 2018 melambung menjadi 2,54 juta ton pada periode yang sama 2019.

“Meningkatnya permintaan dari China merupakan salah satu dampak dari perang dagangnya dengan AS dimana Negeri Tirai Bambu ini mengurangi pembelian kedelai secara signifikan dan menggantikan beberapa kebutuhan dengan minyak sawit,” catat Mukti dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT.

Sementara volume ekspor Indonesia khusus CPO dan turunannya pada semester pertama 2019 ke Uni Eropa mengalami stagnasi dengan kenaikan yang hanya mampu mencapai 0,7% saja atau dari 2,39 juta periode Januari – Juni 2018 naik tipis menjadi 2,41 juta ton periode yang sama 2019.

Di lain sisi, volume ekspor Indonesia khusus CPO dan turunannya pada semester pertama 2019 ke India tersungkur 17% atau dari 2,5 juta ton semester I 2018 turun menjadi 2,1 juta ton periode yang sama 2019. Penurunan juga diikuti oleh Amerika Serikat 12%, Pakistan 10% dan Bangladesh 19%.* 

Sumber: InfoSawit

Editor: Iskandar M

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Harga TBS Sawit Jambi Periode 6-12 Desember 2019 Naik Rp 5,09/Kg

    RIAUPEMBARUAN.COM - Merujuk hasil dari tim penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit Provinsi Jambi, untuk periode 06 s

  • Harga TBS Sawit Riau Periode 4-10 Desember 2019 Turun Rp 1,85/Kg

    RIAUPEMBARUAN.COM - Merujuk hasil dari tim penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit Provinsi Riau merujuk surat Peneta

  • Menilik Ibu Kota di Sentra Sawit

    RIAUPEMBARUAN.COM - Belum lama ini Presiden Joko Widodo sepakat untuk memindahkan ibu kota negara ke wilayah Kalimantan, al

  • Sepekan Kedepan, Harga Sawit Jambi Naik Rp 38,85/Kg

    RIAUPEMBARUAN.COM - Merujuk hasil dari tim penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit Provinsi Jambi, untuk periode 29 N

  • KOMENTAR