Semester I 2019, Didominasi Crude

Ekspor Minyak Sawit Diprediksi Naik 3,6 Persen

Sabtu, 18 Mei 2019 11:36:00
BAGIKAN:
InfoSawit

RIAUPEMBARUAN.COM - Masih adanya beberapa faktor penghambat seperti perang dagang China-AS dan harga minyak fosil, membuat perdagangan minyak sawit tidak sesuai harapan.

Dikatakan Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Sahat Sinaga, volume ekspor minyak sawit kendati tumbuh 3,6 persen namun tidak sesuai ramalan sebelumnya, terlebih untuk tahun ini ekspor kembali didominasi minyak sawit mentah (CPO), dimana volume ekspor minyak sawit olahan pada semester I 2019 diprediksi hanya mencapai 17,4 juta ton, atau lebih rendah dibandingkan tahun 2018 yang mampu mencapai 18,4 juta ton pada periode yang sama.

“Ekspor minyak sawit di semester II 2019 diperkirakan bisa meningkat hanya saja dengan catatan bila pemerintah menerbitkan regulasi ekspor yang mendukung, bila tidak maka volume ekspor minyak sawit bakal kembali stagnan,” kata Sahat, kepada InfoSAWIT, dalam acara Buka Bersama GIMNI, Aprobi dan Apolin di Jakarta, belum lama ini di Jakarta.

Peningkatan ekspor minyak sawit mentah ini, lebih lanjut tutur Sahat, akibat adanya kebijakan membuat batas bawah pada pungutan sawit mendorong para pelaku kelapa sawit lebih menyukai melakukan ekspor minyak sawit mentah ketimbang mengekspor produk hilir. "Sehingga pilihannya produk hilir lebih cenderung untuk pasar lokal dibandingkan untuk ekspor," katanya.

Tercatat, konsumsi minyak sawit domestik naik sekitar 6,6%, kenaikan ini terdongkrak lantaran adanya program kewajiban (mandatori) penggunaan campuran biodiesel sawit sebanyak 20 persen ke minyak solar (B20).

Serapan ini biodiesel ini diprediksi akan terus meningkat dengan tambahan serapan dari green diesel berbasis sawit yang saat ini baru mampu memproduksi green diesel 12,5% co processing. Namun pengembangan green diesel diyakini tidak mudah, apalagi butuh treatmen khusus untuk tanki timbunnya.

"Green diesel sawit tidak bisa disamakan dengan solar biasa, tanki timbunnya butuh investasi lebih seperti perlu dilakukan coating, dan treatmen pemanasan," tandas Sahat.* (isc/red)

Editor: Rezi AP

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Mengurai Benang Kusut Harga TBS Sawit

  • PT MUP Mendadak Tolak Beli Buah Sawit Warga Langgam

    RIAUPEMBARUAN.COM - Masyarakat desa Gondai dan Penarikan kecamatan Langgam dibuat tak tenang oleh sikap manajemen PT Mitra

  • Harga Anjlok, Ekonomi Petani Rohul Kian Terpuruk

    RIAUPEMBARUAN.COM - Hingga saat ini, harga komoditi karet dan kelapa sawit petani semakin tak menentu, mengakibatkan ekonom

  • Dua Anak Pekerja Tewas Kesetrum Listrik, Keluarga Tuntut Tanggungjawab PT Bumi Sawit Perkasa

    RIAUPEMBATUAN.COM - Duka mendalam dirasakan dua keluarga yang bekerja sebagai buruh pemanen sawit di PT. Bumi Sawit Perkasa

  • KOMENTAR
    situspoker situspoker