DPRD Bengkalis

Legislator Bengkalis Minta Disdik Serius Efektifkan Pelajar yang Diliburkan

admin admin
Legislator Bengkalis Minta Disdik Serius Efektifkan Pelajar yang Diliburkan

RIAUPEMBARUAN.COM - Ketua Komisi IV DPRD Bengkalis, Sofyan, S.Pd.I, meminta agar Dinas Pendidikan (Disdik) betul-betul mengefektifkan meliburkan pelajar selama 14 hari kepada seluruh sekolah di daerah ini, sebagai upaya antisipasi penyebaran virus corona atau covid-19.

Kebijakan yang sudah dijalankan selama enam hari ini, agar ditindaklanjuti dengan tegas oleh pemerintah seperti menertibkan pelajar yang berkeliaran di tempat-tempat keramaian atau pusat permainan, warung internet (warnet) atau jika diperlukan memberikan peringatan kepada pengelola.

"Kita meminta kepada Disdik yang sudah menjalankan kebijakan meliburkan selama 14 hari sebagai upaya untuk mengantisipasi penyebaran virus corona ditindaklanjuti dengan sikap tegas, antara lain agar menutup akses atau tempat berkumpulnya pelajar yang diliburkan, atau melarang tempat-tempat itu dibuka. Anak-anak yang diliburkan, akan tetapi tidak berada di rumah dan ke warnet-warnet, artinya sama saja tidak efektif diliburkan sekolahnya," ungkap Sofyan, Sabtu (21/3/20) malam.

Oleh karena itu, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini berharap pelajar yang diliburkan hanya berada di rumah saja untuk sementara waktu, dan tidak kemana-mana.

"Disdik segera berkoordinasi dengan Satpol PP untuk menindaklanjutinya. Kemudian Disdik juga bisa memberikan tugas kepada pelajar yang diliburkan dengan cara online. Agar, anak-anak yang diliburkan tidak tertinggal dalam proses pembelajaran sekolah," katanya lagi.

Dibagian lain, anggota dewan berdarah asal Kecamatan Bantan ini juga menyinggung terkait informasi adanya warga Bengkalis yang berada di Malaysia, tidak dapat kembali pulang ke negaranya.

Dia juga meminta agar pemerintah segera mengambil langkah konkrit untuk menjemput, dan juga memastikan bahwa sejumlah fasilitas kesehatan yang disiapkan juga memenuhi standar dan tidak hanya terkesan "diam".

"Dan sekarang informasinya banyak warga khususnya dari Bengkalis yang masih berada di Malaysia dan tidak bisa pulang ke negaranya, hal itu akan menjadi persoalan baru jika tidak segera disikapi pemerintah dengan. Jika perlu mereka dijemput dengan standar kesehatan atau apapun upayanya," ujarnya.*

Editor: Rezi AP