crossorigin="anonymous">
Meranti

Kondisi Sekolah Tanjung Kedabu, Meranti Tidak Layak Pakai

Redaksi Redaksi
Kondisi Sekolah Tanjung Kedabu, Meranti Tidak Layak Pakai
SelatpanjangPos
RIAUPEMBARUAN.COM - Kondisi sekolah Kelompok Bermain (KB) Mutiara Hati Bunda Desa Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti tidak layak pakai ditambah setiap akhir tahun angin kencang dari Selat Malaka terutama mulai masuknya di bulan Oktober merusak bangunan yang saat ini sangat memprihatinkan. 
 
Ernawati selaku ketua yayasan sekolah Kelompok Bermain (KB) mutiara bunda mengatakan saat berbincang bincang dengan selatpanjangpos menjelaskan, Gedung sekolah ini sudah tiga tahun lamanya berdiri. "Sebelum gedung ini di bangun, kami dulu menumpang di SMAN 3 Ransang pesisir selama satu tahun. Gedung yang kami pakai saat ini merupakan swadaya dari masyarakat," katanya.
 
Lanjutnya,  jadi kalau swadaya masyarakat tentu kita tahu segala persiapan. Sekolah ini apa adanya saja ditambah lagi tidak jauh dari persisir sewaktu waktu kerap di hantam angin kencang dari selat Malaka terutama lagi pada bulan Oktober hinga akir bulan Desember yang merusak gedung sekolah.
 
"Entah sampai kapan penderitaan ini akan berakhir, Kami tidak tau kemana lagi harus mengadu untuk mengatasi penderita rutun setiap tahun yang kami alami," keluh Ernawati.
 
Tambahnya, sudah pernah mengajukan permohonan berbentuk proposal secara langsung ke ketua DPRD kabupaten Kepulauan Meranti yaitu bang Pauzi Asan saat itu beliau langsung di tanggapi dan sudah masuk dalam buku lintang anggaran pada tahun 2015 lalu.
 
"Entah apa persoalannya belum dibangun begitu juga pada tahun 2016 ini padahal konsultan sudah datang ke lokasi mengambil gambar gedung sekolah kita ini. Tapi kenapa kok sampai sekarang bangunan gedung rumah sekolah ini belum juga di bangun. Seiring waktu berjalan yang membuat saya bingung lagi tiba tiba pengawas TK Kecamatan memberi tahu ke saya bahwa sekolah ini harus membuat akta notarisnya terlebih dahulu, padahal kita sudah mempunyai notarisnya," ungkapnya. 
 
Menurutnya, berbicara tenaga pengajar, alhamdulillah tenaga honor kita sebanyak delapan orang tahun ini sudah mendapat bantuan honor dari Pemerintah sebesar dua ratus lima puluh ribu rupiah perbulannya untuk jumlah Murid sekarang ini hampir lima puluhan orang, kami juga mendirikan sekolah jarak jauh yaitu di dusun ladang jauhpun di situ numpang di gedung pertemuan. 
 
Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti Pauzi Hasan ketika dikonfirmasi melalui via telpon membenarkan ada menerima proposal permohonan dari ibu Ernawati.
 
"Benar, tahun 2015 lalu ibu Ernawati ada mengajukan permohonan gedung ke saya. Dan sudah kita sudah anggarankan, tapi karena dampak rasionalisasi kita tahun ini terpaksa kita tundakan dulu," Jelas Pauzi Hasan mengakhiri. 
 
Editor: Rezi AP 
Penulis: Redaksi


Tag:Berita MerantiKabupaten Meranti